Sendratari untuk Keselamatan Desa

Kompas.com - 30/12/2009, 00:44 WIB

TEMANGGUNG, KOMPAS.com--Tradisi masyarakat di lereng Gunung Sindoro tepatnya di Desa Tlahap, Kecamatan Kledung, Temanggung, Jawa Tengah selalu menggelar sendratari "sekar gadung" untuk keselamatan warga desa.

Sendratari yang digelar setahun sekali pada 10 Suro (penanggalan Jawa) yang tahun ini bertepatan pada hari Minggu, ramai dikunjungi masyarakat, bahkan warga setempat yang berada di perantauan menyempatkan datang untuk menyaksikannya.

Pertunjukan dalam rangkaian ulang tahun desa itu diawali dengan ritual di sendang atau mata air Sedandang yang berada di desa tersebut pada Minggu sore.

Sendang Sedandang merupakan sumber air bagi warga setempat bahkan karena debit airnya cukup besar dimanfaatkan PDAM Temanggung untuk dialirkan ke beberapa kecamatan.

Ritual di sendang itu diawali dengan sejumlah pemuda berpakaian ala warok membawa gunungan kecil yang terbuat dari hasil bumi dari daerah setempat baik berupa buah-buahan maupun sayur-sayuran.

Dibawa secara terpisah hasil bumi yang lain, yakni ubi jalar, jagung, padi, beras kuning, dan satu tandan pisang raja. Selain itu dibawa dalam satu usungan dengan gunungan sebuah tumpeng nasi yang di atasnya ditanam tujuh batang lidi.

Sesepuh Desa Tlahap, Wardiyanto mengatakan, sesaji berupa hasil bumi itu merupakan tanda syukur kepada Tuhan YME atas melimpahnya rezeki yang diterima masyarakat. Sesaji itu kemudian dibawa ke tempat pertunjukan sendratari.

Pertunjukan sendratari "sekar gadung" yang dimulai pada Minggu malam itu menceritakan tentang tokoh Kiai Jogorekso sebagai orang pertama yang membuka Desa Tlahap bersama istrinya Rantamsari menyelenggarakan jamuan dalam rangka ulang tahun desa dengan mengundang sejumlah penguasa.

Sejumlah tokoh tersebut, yakni Lamjari, Nyai Blorong, Ratu Pantai Selatan, Ki Ageng Selo, Tejo Arum, Tejo Kusumo, Retno Dumilah, dan Panembahan Senopati.

Pada jamuan tersebut Ki Ageng Selo memberikan wejangan atau kotbah kepada para tamu dan Kiai Jogorekso berharap dengan ulang tahun desa tersebut agar warga desa selalu diberi keselamatan dan dijauhkan dari segala mara bahaya.

Pertunjukan yang disaksikan ratusan orang itu, hampir seluruh pemain sendratari mengalami kesurupan kecuali Penembahan Senopati.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau